Oleh-oleh Khas Dieng Wonosobo Paling Populer

Oleh-oleh Khas Dieng Wonosobo Paling Populer

SHARE

Oleh oleh khas Wonosobo – Wisata kuliner ialah satu kegiatan yang begitu menyenangkan. Membuat lidah kita menari-nari karena merasakan lezatnya berbagai macam makanan yang ada di daerah tersebut. Salah satunya adalah ketika mengunjungi Wonosobo. Anda bisa berwisata kuliner sambil menikmati oleh-oleh khas Wonosobo dan berbagai macam keindahan yang di tawarkan. Anda memang akan rugi dan belum puas apabila belum mencicipi makanan khas dari Wonosobo yang begitu menggoda di lidah.

Wonosobo sendiri memiliki berbagai macam makanan khas yang harus Anda coba seperti keripik jamur, mie ongklok, kacang dieng, kacang snerk hingga manisan carica. Memang di antara makanan yang ada, oleh-oleh khas Wonosobo yang paling banyak ialah manisan carica. Sebenarnya apa manisan carica ini? Bagaimana rasanya hingga manfaat yang diberikan olehnya? Berikut ulasannya.

Oleh-Oleh Khas Wonosobo : Manisan Carica dengan Rasa Unik

oleh oleh khas Dieng

 

Manisan carica ialah salah satu dari berbagai macam oleh-oleh khas Wonosobo yang terbuat dari buah carica yang berasal dari Dieng. Rasa yang diberikan sangatlah unik. Kesegaran dari buah ini memang menjadi sebuah daya tarik yang tersendiri untuk para konsumen. Karena itulah, tidak salah apabila manisan ini menjadi primadona yang menawan di Wonosobo. Wonosobo sendiri memiliki banyak sekali penjual yang menjajakan berbagai jenis oleh-oleh dari bergama merk. Mungkin banyak dari Anda yang belum mengetahui seperti apa carica ini. Carica atau yang sering disebut dengan pepaya gunung merupakan salah satu jenis pepaya yang bisa hidup di dataran tinggi yang basah.

Bila Anda lihat secara sekilas, buah ini menyerupai cacao, bahkan lebih mirip dengan perpaduan dari kakao serta buah pepaya. Jika di belah, bagian dari buah ini terlihat seperti bintang, dagingĀ  buah mempunyai warna kuning dan biji yang diselimuti dengan lendir. Bagian buah yang berlendir ini yang memberi aroma khas yang membedakannya dari pepaya. Baunya tajam namun sangat menggugah selera. Apabila Anda cicipi, bagian dari bijinya terasa manis namun sedikit asam.

Dikarenakan bertambahnya konsumen oleh-oleh khas Wonosobo, usaha untuk membuat manisan ini semakin banyak dikembangkan oleh masyarakat. Dengan berbagai inovasi serta kreasi. Mereka ini berlomba-lomba untuk menghasilkan manisan yang mempunyai daya tarik untuk konsumen yang tinggi. Tentu di setiap industri memiliki standar serta mutu yang berbeda.

Proses Pembuatan

Proses pembuatan dari salah satu oleh-oleh khas Wonosobo ini cenderung mudah, setelah Anda berhasil untuk mengupas kulit buah, carica bisa dibelah. Hal ini untuk memisahkan bagian biji dan daging buahnya. Selanjutnya di bagian biji buah, Anda bisa merebus dengan menggunakan campuran air serta gula pasir. Campuran ini digunakan untuk membuat sirup dari carica. Tahap yang selanjutnya daging buah di potong kemudian di campur dengan sirup. Tahap berikutnya merupakan proses fakturisasi. Fakturisasi ini merupakan perebusan manisan yang telah dimasukkan ke dalam kemasan agar bisa steril dari adanya bakteri. Proses ini relatif sederhana. Anda hanya perlu merebus di dalam kemasan dengan menggunakan api kecil. Setelah proses perebusan, manisan carica pun telah selesai di buat.

Ciri Manisan Carica yang Baik

carica

Jika Anda ingin menjadikan carica sebagai oleh-oleh khas Wonosobo, Anda harus dapat memilih manisan yang baik. Ciri pertama manisan yang baik ialah tampilah yang ada di luar kemasan. Jika produk ini mempunyai larutan yang relatif keruh atau gelap, bisa jadi proses dari filtrasinya kurang maksimal. Kedua, larutannya gelap. Apabila Anda lebih memilih manisan yang mempunyai warna yang sangat mencolok seperti kuning terang, bisa jadi mereka menggunakan zat pewarna yang berlebihan. Ketiga, Anda bisa melihat dari tekstur dari manisan yang tidak terlalu keras dan tidak lembek. Manisan yang baik mempunyai tekstur yang ketika di gigit akan lebih terasa krispi. Ciri terakhir atau keempat ialah masa penyimpanan. Anda bisa melihat tanggal kadaluwarsa produk. Jika masa penyimpanannya jauh lebih lama, Anda harus berhati-hati. Biasanya untuk masa penyimpanan hanya sekitar 7 hingga 8 bulan.

Alasan Memilih Carica

Mungkin Anda bertanya, mengapa buah carica ini menjadi oleh-oleh khas Wonosobo yang begitu di buru oleh konsumen. Alasan pertama ialah rasa yang diberikan begitu unik bahkan cenderung berbeda dari yang lainnya. Jadi kurang lengkap rasanya jika Anda pergi ke Wonosobo namun tidak membawa oleh-oleh buah ini. Alasan berikutnya karena carica begitu baik untuk tubuh. Pasti Anda mengira jika buah ini tidak mempunyai manfaat untuk kesehatan. Faktanya, carica memiliki berbagai kandungan dan gizi yang begitu bermanfaat untuk tubuh Anda.

Alasan terakhir ialah buah ini cocok jika dijadikan sebagai buah tangan. Karena adanya berbagai macam pilihan serta kemasan yang sangat praktis. Tidak heran jika buah carica ini memang tepat di gunakan untuk oleh-oleh khas Wonosobo ketika kita berkunjung ke daerah ini. Manisan carica sendiri biasanya di kemas di dalam gelas plastik yang berukuran kecil dan tanggung. Selain itu, produk olahannya juga di buat dengan berbagai varian bentuk olahan seperti berbentuk dodol carica, kripik, sirup serta produk olahan lainnya yang tentunya dapat di pilih sesuai dengan selera dan keinginan Anda.

Produk olahan carica yang sangat beragam menjadi peluang usaha tersendiri bagi masyarakat. Banyak berdiri usaha produk olahan carica yang mampu menjadi penopang kehidupan masyarakat khususnya di daerah Wonosobo, sehingga pemerintah setempat berusaha keras untuk mendukung usaha masyarakat tersebut dalam pengembangan usaha buah carica ini.

Keunikan Dari Carica Wonosobo

Pengolahan buah carica ternyata tidak dapat di lakukan secara sembarangan, misalnya saja pada saat pengupasan kulitnya, biasanya para pekerja pengolah oleh-oleh khas Wonosobo ini selalu menggunakan sarung tangan karena getah yang ada pada buah dapat melukai kulit. Selain itu, karena kandungan yang unik pada getahnya, pisau yang biasanya di gunakan untuk menguliti buah ini dapat terkikis dengan sendirinya. Tanaman carica ini jika di lihat sekilas sangat mirip dengan pohon buah pepaya namun jika di perhatikan secara seksama tentu saja berbeda. Biasanya petani menamannya di sekitar lahan yang mereka miliki sebagai penghasilan tambahan saja, padahal keuntungan yang bisa diambil jika pengolahan dilakukan secara optimal dapat berlipat ganda.

Olahan buah carica telah menjadi oleh-oleh khas. Jika Anda berkunjung di kota ini dari arah timur, maka Anda akan menemukan pemandangan unik yaitu tugu carica dan purwaceng yang memiliki ukuran sangat besar. Ini ditujukan untuk menyambut para wisatawan yang datang ke daerah tersebut. Terdapat sebuah kepercayaan bagi masyarakat sekitar bahwa pohon carica hanya dapat tumbuh di lokasi ini karena pernah di lakukan percobaan penanaman di lokasi lain dengan ketinggian yang sama namun hasilnya tidak seperti yang di harapkan. Oleh karena itu, sangat beralasan jika tanaman ini menjadi oleh-oleh khas Wonosobo yang tidak akan ditemukan di daerah lain.

Info Lainnya :